ChatGPT vs Photoshop: Mana yang Lebih Baik untuk Membuat Desain?
![]() |
| ChatGPT vs Photoshop |
Halo sobat Sonyfeo!
Kali ini aku mau mencoba sesuatu yang cukup menarik. Aku akan menggunakan ChatGPT untuk membantu membuat sebuah desain undangan Komuni Pertama, kemudian melihat sejauh mana hasilnya jika dibandingkan dengan proses desain menggunakan Photoshop.Apakah ChatGPT benar-benar bisa menggantikan Photoshop? Atau justru keduanya memiliki fungsi yang berbeda?
Sepengalamanku, ketika kita membuat prompt menggunakan ChatGPT, hasil generate-nya itu nggak selalu sesuai dengan ekspektasi kita. Kadang hasilnya sudah lumayan bagus, tapi masih ada beberapa bagian yang menurutku perlu diperbaiki atau disesuaikan lagi. Nah, di sinilah kita masih membutuhkan aplikasi tambahan seperti Photoshop atau aplikasi sejenis untuk memoles dan menyempurnakan desain tersebut, supaya hasil akhirnya benar-benar sesuai dengan yang kita inginkan, apalagi kalau desainnya nanti mau dicetak.
Sebenarnya, kalian bisa saja menyuruh ChatGPT membuat desain undangan yang sederhana. Kalau hanya sekadar membuat konsep visual atau susunan yang simpel, menurutku ChatGPT cukup membantu. Tapi kalau kita sudah masuk ke desain yang lebih kompleks, misalnya harus memperhatikan kombinasi font, ikon, hierarki, sampai layout, menurutku di sinilah ChatGPT masih punya keterbatasan.
Mungkin menurut kalian hasilnya sudah oke-oke saja. Yang penting susunan
undangannya sudah jelas, tulisannya bisa dibaca, dan secara keseluruhan
terlihat bagus. Tapi kalau kalian sudah terbiasa mengerjakan desain secara
profesional, biasanya kita akan lebih mudah melihat detail-detail kecil yang
mungkin luput dari perhatian orang lain.
Aku sendiri sebagai graphic designer cukup paham bahwa sebuah desain undangan itu bukan cuma soal bagus atau tidak bagus. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari pemilihan font, keseimbangan layout, ukuran elemen, kombinasi warna, sampai bagaimana semua elemen tersebut bisa terlihat harmonis ketika digabungkan menjadi satu desain.
Jadi menurutku, ChatGPT dan Photoshop sebenarnya bukan dua hal yang harus saling menggantikan. Justru keduanya bisa saling melengkapi. ChatGPT bisa membantu kita mendapatkan ide dan membuat visual awal, sementara Photoshop memberikan kita kebebasan untuk mengedit, mengatur, dan menyempurnakan desain sesuai kebutuhan.Tapi, saya nggak bisa edit pakai Photoshop. Saya cuma bisa pakai MS Word, gimana tuh, Bang?”Nggak apa-apa, guys. Mau pakai software apa saja sebenarnya bukan masalah besar, selama kalian tahu cara menggunakannya. Aku juga nggak mau bilang kalau kalian harus bisa Photoshop untuk membuat sebuah undangan.
Tapi, kalau kalian ingin hasil desainnya lebih fleksibel dan mudah disesuaikan, menurutku Photoshop masih punya kelebihan tersendiri. Apalagi kalau kita ingin menambahkan teks, mengatur posisi elemen, mengganti warna, atau melakukan finishing sebelum desain tersebut dicetak.
Foto anak
Siapkan foto anak dengan pencahayaan yang bagus. Kalau kalian mau mengambil foto menggunakan HP, saranku usahakan mengambil foto di luar ruangan atau di tempat yang memiliki pencahayaan cukup. Waktu siang hari biasanya menjadi pilihan yang bagus karena cahaya matahari bisa membantu menghasilkan foto yang lebih terang dan jelas.
“Emang kalau malam hari nggak bisa, Bang?”Bisa aja kok, guys. Yang penting ruangannya cukup terang dan hasil fotonya bagus. Usahakan jangan sampai foto terlalu gelap, banyak noise, atau ada bayangan yang mengganggu di bawah wajah anak. Menurutku, hal-hal kecil seperti ini cukup berpengaruh ketika foto tersebut nantinya kita gunakan sebagai referensi untuk membuat desain.
Jadi sebenarnya nggak harus siang hari juga. Kalau kondisi pencahayaan malam hari bagus, silakan saja. Intinya, usahakan foto yang kalian gunakan memiliki wajah yang cukup jelas dan pencahayaan yang baik.
“Kenapa harus menggunakan foto yang terang dan tajam, Bang? Bukankah ChatGPT itu AI yang sangat canggih, bahkan bisa memperbaiki foto yang jelek menjadi sempurna?”Hehe, bener juga sih.. ChatGPT memang bisa membantu memperbaiki atau mengolah sebuah foto. Tapi gini guys, kenapa aku tetap menyarankan kalian menggunakan foto yang terang dan cukup tajam?
Menurut pengalamanku, semakin jelas foto yang kita berikan sebagai referensi, semakin mudah juga bagi ChatGPT untuk memahami objek yang ingin kita gunakan dalam desain. Terutama kalau foto anak tersebut nantinya menjadi fokus utama dari undangan.
Jadi bukan berarti foto yang kurang bagus itu nggak bisa digunakan. Bisa saja. Cuma, kalau kita punya foto yang lebih jelas dari awal, menurutku hasilnya akan lebih mudah kita arahkan sesuai dengan konsep yang kita inginkan.
Nah, kalau ternyata setelah digenerate wajah anaknya malah terlihat berbeda dari foto aslinya, kalian juga bisa mencoba membuat ulang atau memperbaiki prompt-nya. Karena dalam praktiknya, hasil AI memang nggak selalu langsung sempurna pada percobaan pertama.
Jadi intinya, jangan berharap sekali generate langsung beres yah guys. Kadang kita perlu mencoba beberapa kali sampai mendapatkan hasil yang benar-benar sesuai.
Nah, kalau urusan foto sudah beres, sekarang kita masuk ke bagian yang paling penting, yaitu membuat prompt.
Aku sudah menyiapkan prompt yang bisa kalian coba. Kalian tinggal copy saja prompt di bawah ini, kemudian sesuaikan beberapa bagian kalau memang diperlukan.
Buatkan visual utama untuk desain undangan Komuni Pertama Katolik berdasarkan foto anak yang saya upload. JANGAN membuat teks atau tulisan apa pun di dalam gambar. Saya akan menambahkan semua teks secara manual menggunakan Photoshop.
KONSEP DESAIN:
- Elegan, sakral, hangat, modern, dan profesional.
- Cocok untuk undangan Komuni Pertama anak Katolik.
- Gunakan nuansa putih, ivory, champagne gold, dan sedikit hijau lembut.
- Hindari desain yang terlalu romol atau ramai.
KOMPOSISI:
- Jadikan anak sebagai fokus utama.
- Pertahankan wajah asli anak dari foto yang saya upload.
- Jangan mengubah bentuk wajah, identitas, ekspresi alami, atau karakteristik wajah.
- Tempatkan anak pada posisi yang harmonis dengan komposisi undangan.
- Sisakan area kosong yang cukup luas untuk saya menambahkan nama, tanggal, tempat, dan informasi acara secara manual.
ELEMEN RELIGIUS:
- Salib Katolik yang elegan.
- Hosti/Ekaristi.
- Piala Ekaristi.
- Merpatih Putih
- Cahaya lembut yang memberikan kesan sakral.
- Ornamen bunga putih atau daun yang halus.
- Jangan menggunakan ornamen secara berlebihan.
BACKGROUND:
Buat background yang bersih, premium, lembut, dan memiliki kedalaman visual. Gunakan pencahayaan soft dan nuansa fotografi editorial. Background harus terlihat seperti desain undangan profesional yang siap digunakan sebagai dasar layout cetak.
LAYOUT DESAIN:
Spesifikasi Detail
Dimensi Canvas :25,6 × 20 cm
Dimensi per Panel :12,8 × 20 cm
Orientasi : Landscape
Layout : 2 Panel (Lipat Dua)
DESKRIPSI LAYOUT:
Desain undangan secara keseluruhan pada canvas berukuran
25,6 × 20 cm dengan orientasi landscape. Canvas dibagi menjadi dua panel yang
sama besar secara vertikal, masing-masing berukuran 12,8 × 20 cm. Panel sebelah
kiri digunakan sebagai cover undangan, sedangkan panel sebelah kanan digunakan
untuk menampilkan isi teks undangan.
FOTOGRAFI:
- Gunakan foto anak yang saya upload sebagai referensi utama.
- Pertahankan identitas dan wajah asli.
- Sesuaikan pencahayaan dan warna agar menyatu dengan background.
- Jika diperlukan, rapikan rambut dan pakaian secara natural tanpa mengubah identitas anak.
- Hindari efek wajah yang terlihat seperti AI.
HASIL AKHIR:
Buat visual dengan komposisi profesional dan ruang negatif yang cukup sehingga mudah saya lanjutkan di Photoshop.
PENTING:
Jangan menambahkan judul, nama, tanggal, alamat, ayat Alkitab, atau tulisan apa pun.
Fokus hanya pada foto, background, ornamen, pencahayaan, dan komposisi visual.
Geser posisi anak sedikit ke arah kiri agar seluruh tubuh dan kedua tangannya terlihat utuh dan tidak terpotong oleh batas canvas.
Pada panel sebelah kanan, buat posisi dan susunan ornamen bunga lebih konsisten, presisi, dan seimbang secara visual. Pastikan ornamen pada kedua sisi panel memiliki keseimbangan komposisi yang harmonis.
Perbaiki posisi garis lengkungan pada area tengah/pemisah kedua panel agar tepat berada di posisi center dan tetap simetris terhadap kedua panel.
Pertahankan desain, warna, pencahayaan, background, dan seluruh elemen visual lainnya yang sudah ada.
Jangan menambahkan teks atau tulisan apa pun.
Jangan mengubah komposisi keseluruhan selain koreksi yang disebutkan di atas.
![]() |
| Hasil dari revisi |
![]() |
| Bagian Cover Undangan |
![]() |
| Bagian Isi Undangan |
![]() |
| Hasil akhir undangan |
Setelah mencoba sendiri membuat desain ini, menurutku ChatGPT dan Photoshop bukanlah dua tools yang harus dibandingkan untuk menentukan siapa yang lebih hebat.
ChatGPT bisa membantu kita mendapatkan ide dan membuat visual awal dengan lebih cepat, sementara Photoshop tetap menjadi tempat untuk mengolah, memperbaiki, dan menyelesaikan desain sesuai kebutuhan.
Jadi, menurutku AI bukan untuk menggantikan desainer, tetapi bisa menjadi salah satu alat bantu yang membuat proses desain menjadi lebih mudah dan kreatif.
Pada akhirnya, yang paling penting bukan tools yang kita gunakan, tetapi bagaimana kita menggunakannya untuk menghasilkan desain yang lebih baik.






Posting Komentar