Cuma Modal HP, Hasilnya Kayak Foto Studio dengan Bantuan AI

Table of Contents
Cuma Modal HP, Hasilnya Kayak Foto Studio

“Son... sibuk kah hari ini? Tolong bantulah dulu, buatkan undangan pernikahanku. Ini urgent banget.”
Ucap temanku dengan nada sedikit tergesa-gesa dan penuh harap, waktu aku mengangkat telepon darinya.
Dalam percakapan melalui telepon tersebut, aku menyuruhnya untuk segera mengirimkan data-data undangannya, supaya aku bisa segera mendesain dan mencetak undangannya.

Namun, ada satu hal yang belum lengkap, yaitu foto.

Temanku ini sangat sibuk dengan urusan pekerjaannya. Saking sibuknya, mereka bahkan belum sempat melakukan sesi foto. Satu hal yang lebih parah lagi, fotografer yang mereka hubungi ternyata tidak bisa datang karena ada kendala.

“Terus gimana dong?” tanyaku.

“Aku nggak punya kamera. Kalau mau sesi foto, kita harus rental kamera dulu. Gimana?” lanjutku dalam percakapan telepon tersebut.
Temanku akhirnya menjawab kurang lebih begini:
“Duhh... gimana aja deh caranya. Aku serahin ke kamu.”
Akhirnya aku meminta mereka untuk segera berdandan ala kadarnya saja. Karena waktunya memang sangat mepet, aku bilang:

“Gimana kalau aku foto pakai HP aja?”

Temanku setuju dengan ide tersebut. Yang penting, undangannya bisa cepat dikerjakan.
Akhirnya aku pergi ke rumah temanku dan kami berdiskusi sebentar mengenai konsep undangan mereka.
Setelah itu aku meminta mereka keluar rumah untuk mengambil beberapa foto menggunakan HP-ku. Aku mengatur pose mereka, kemudian mengambil beberapa foto dari berbagai angle.
Kebetulan saat itu cuacanya sangat terang. Masih sekitar jam 4 sore, jadi aku manfaatkan cahaya alami tersebut supaya hasil fotonya tetap terang dan tajam.
Setelah melihat hasil fotonya, sebenarnya tidak ada masalah. Hanya saja, ada sedikit kekhawatiran dari temanku.
Seperti yang kita ketahui, hasil jepretan HP dan kamera profesional tentu memiliki perbedaan. Dia khawatir apakah foto tersebut nantinya akan terlihat bagus ketika digunakan untuk undangan mereka.

Lalu dengan santai aku menjawab,
“Tenang aja. Sekarang teknologi udah makin canggih, bro. Lagian aku punya asisten pribadi.”
Temanku penasaran.
“Siapa?”
“Namanya ChatGPT.” sahutku
Dia langsung tertawa sambil menepuk jidat.
“Emang bisa??”
“Sudah... serahkan semuanya padaku,” tuturku dengan percaya diri.

Aku pun mulai membuka HP dan membuka aplikasi ChatGPT. Aku mulai menulis beberapa prompt andalanku dengan cukup detail.
Dan beberapa saat kemudian..

Prompt ChatGPT
Magiccc... ✨

Fotonya sudah terlihat berbeda.
Pencahayaannya lebih enak, background-nya berubah, hasilnya terlihat lebih jernih dan tajam. Secara keseluruhan, fotonya jadi terlihat jauh lebih profesional.
Temanku langsung berkata,

“Busettt... keren banget, Son! Segampang itu, ya?”
Dia seakan tidak percaya melihat hasilnya.

“Iya dong,” jawabku spontan.
Dan saat itu, permasalahan mengenai foto akhirnya terselesaikan.

Hasil generate ChatGPT

Langkah selanjutnya, kami pun bernegosiasi. Saling tawar-menawar soal harga undangan sampai akhirnya kami mendapatkan kesepakatan.
Setelah semuanya sepakat, aku pulang ke tempatku untuk melanjutkan pekerjaan tersebut, yaitu mendesain undangannya.
Aku menggunakan aplikasi andalanku, yaitu Photoshop.

Desain undangan dengan Photoshop

Sebenarnya aku sempat berniat menggunakan template yang sudah ada supaya pekerjaannya bisa lebih cepat. Tapi entah kenapa, aku malah merasa bosan.
Aku ingin undangan mereka dibuat dengan sesuatu yang lebih baru.
Aku berpikir, kenapa nggak sekalian membuat sesuatu yang berbeda?
Aku juga bisa meminta ChatGPT untuk membantu membuat background yang sesuai dengan background foto mereka.
Sekali lagi aku membuat prompt. Kali ini prompt-nya justru sangat singkat dan jelas. Tujuannya hanya untuk membuat background yang senada dengan foto mereka, tanpa mengubah hal-hal yang tidak diperlukan.

Setelah background selesai, aku lanjut mengerjakan layout undangannya di Photoshop.
Setelah desain selesai, aku mengirimkan hasilnya kepada mereka untuk diperiksa dan direvisi.

Revisi undangan melalui WhatsApp

Dan ternyata... Tidak ada revisi berarti.
Hanya ada beberapa tambahan penulisan nama dan juga pada bagian “Turut Mengundang” di bagian bawah undangan.
Selain itu, fix. 😄

Hasil akhir undangan
Selesai.....

AI bukan untuk menggantikan kita

Dari pengalaman sederhana ini, aku semakin menyadari bahwa kehadiran AI sebenarnya bukan untuk menggantikan posisi kita dalam bekerja.
Justru sebaliknya.
AI bisa sangat membantu kita untuk mempercepat pekerjaan dan menyelesaikan masalah yang sebelumnya mungkin terasa sulit.

Dalam kasus ini, aku tidak memiliki kamera profesional. Temanku juga tidak punya waktu untuk melakukan sesi foto. Fotografer yang mereka hubungi pun tidak bisa datang. Tapi pekerjaan tetap harus selesai. Akhirnya, kami mencari solusi dengan apa yang tersedia.

Aku menggunakan HP untuk mengambil foto, memanfaatkan cahaya alami, mengarahkan pose, kemudian menggunakan bantuan AI untuk mengolah foto tersebut.

Setelah itu, skill desain yang aku punya tetap aku gunakan untuk menyelesaikan undangannya.
Jadi menurutku, AI bukan pengganti skill kita. AI justru menjadi alat yang sangat membantu ketika kita tahu bagaimana cara menggunakannya.

Ada 3 hal penting yang aku pelajari dari pengalaman ini:

1. Tidak selalu harus punya peralatan mahal untuk menyelesaikan pekerjaan.
Kadang kita hanya perlu memaksimalkan apa yang sudah kita punya.

2. Keterbatasan waktu kadang memaksa kita mencari cara baru.
Ketika waktu sangat terbatas, kita dituntut untuk berpikir lebih kreatif dan mencari solusi yang paling memungkinkan.

3. AI bisa menjadi partner kerja ketika digunakan dengan tepat.
Bukan berarti semua pekerjaan kita serahkan kepada AI. Kita tetap harus punya kemampuan, pengalaman, dan tahu apa yang ingin kita hasilkan.

AI hanya membantu mempercepat prosesnya.
Dan dari pengalaman sederhana membuat satu undangan pernikahan ini, aku kembali belajar satu hal:
Teknologi akan menjadi jauh lebih berguna ketika digabungkan dengan skill yang sudah kita miliki.
Sony Feo
Sony Feo Desainer Grafis - Labuan Bajo

Posting Komentar