Saya Menggunakan ChatGPT untuk Desain, Ini 5 Keuntungannya
Table of Contents
![]() |
| 5 Keuntungan Menggunakan ChatGPT |
Sebagai seorang desainer grafis yang bergelut di bidang percetakan, ide dan konsep awal dalam mendesain adalah salah satu permasalahan yang sering aku hadapi. Itulah salah satu kelemahan dasarku dalam profesi ini. Bukan hanya itu saja. Kadang waktu dan kondisi juga menjadi salah satu hal yang bisa menghambat pekerjaanku.
Bayangkan saja, misalnya aku sedang mengerjakan sebuah desain yang deadline-nya sudah dekat, tiba-tiba ada pelanggan datang dan meminta proyeknya untuk segera dikerjakan. Aku pasti akan menerima pekerjaan tersebut. Mana yang lebih dulu atau lebih urgent, itu yang aku prioritaskan.
Sebenarnya aku bisa saja menolak karena pekerjaan sedang menumpuk. Namun, aku tetap berusaha profesional. Aku ingin menjaga image dan kepercayaan pelanggan supaya mereka tidak merasa kecewa ketika datang ke tempatku, Hadia Digital.
Di Hadia Digital, aku belum memiliki karyawan. Aku benar-benar bekerja sendiri. Mulai dari menerima klien, proses desain, mencetak, sampai mengantarkan pesanan mereka, semuanya aku kerjakan sendiri.
Maklum, usahaku ini masih usaha kecil-kecilan. Aku juga belum memiliki kantor khusus. Aku hanya mengandalkan rumah kontrakanku sebagai tempat untuk bekerja.
Kok malah jadi curhat, ya?..
Kan kita sedang membahas tentang keuntungan menggunakan ChatGPT!
Mari kita lanjut...
Di artikel ini aku mau berbagi beberapa keuntungan menggunakan AI, khususnya ChatGPT, bagi desainer percetakan seperti aku.
Oh iya, semua yang aku tulis di sini 100% berdasarkan pengalamanku sendiri. Siapa tahu pengalaman ini bisa bermanfaat dan memberikan gambaran bagi kalian yang juga bekerja sebagai desainer, terutama desainer yang bergerak di bidang percetakan.
Ini dia 5 keuntungan menggunakan ChatGPT bagi desainer percetakan versi Sony Feo:
1. Membantu Menemukan Ide dan Konsep AwalSeperti yang aku jelaskan tadi, ide dan konsep awal merupakan salah satu kelemahanku. Untuk mengatasi hal tersebut, aku biasanya meminta ChatGPT untuk membantuku mencari ide. Setelah mendapatkan beberapa ide, barulah aku menerapkannya ke dalam konsep desain yang ingin aku buat.
Sebagai contoh, aku ingin membuat thumbnail untuk cover artikel di Blogspot-ku, tetapi belum mempunyai gambaran seperti apa bentuk, komposisi, dan pola desainnya. Daripada bengong lama-lama, tinggal aku minta ChatGPT untuk membantuku membuat beberapa konsep.
Dan ternyata prosesnya tidak membutuhkan waktu yang lama.
Contoh proses menggunakan prompt untuk mengarahkan ChatGPT menghasilkan konsep visual bagi desainer percetakan.
Dulu, sebelum mengenal ChatGPT, aku harus mencari referensi ide dan konsep dari berbagai website. Cara tersebut sebenarnya tidak salah, tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama.
Belum lagi, ide atau referensi yang aku cari belum tentu benar-benar sesuai dengan apa yang sedang aku inginkan.
Dengan menggunakan ChatGPT, proses mencari ide dan konsep awal bisa menjadi jauh lebih cepat.
Bukan berarti aku tinggal menerima hasilnya begitu saja. Aku tetap yang menentukan konsep akhirnya dan mengerjakan desainnya. ChatGPT hanya membantuku menemukan arah ketika sedang kehabisan ide.
2. Membantu Mempercepat Workflow Pekerjaan
Ini sebenarnya salah satu alasan pertama aku menggunakan AI, khususnya ChatGPT: untuk mempercepat pekerjaan.
Aku tekankan kata mempercepat, ya, bukan menyelesaikan semua pekerjaanku.
Maksudnya, AI membantuku menyediakan beberapa hal yang aku butuhkan dalam proses mendesain, sehingga aku tidak harus mengerjakan semuanya dari awal secara manual.
Sebagai contoh, ketika aku membutuhkan background tertentu untuk sebuah desain, aku bisa membuatnya menggunakan AI berdasarkan prompt yang aku berikan.
Contoh lainnya, ketika aku mempunyai foto yang perlu diperbaiki, misalnya mempertajam gambar atau mengoreksi white balance, aku bisa meminta bantuan AI.
Dalam hitungan detik, hasil awalnya sudah bisa aku dapatkan dan kemudian aku sesuaikan lagi dengan kebutuhan desain.
Masih banyak sebenarnya contoh lainnya, tetapi dua contoh tersebut sudah cukup menggambarkan bagaimana AI bisa membantu mempercepat workflow-ku sehari-hari.
Jadi, buatku AI bukanlah alat untuk menggantikan desainer.
AI adalah alat untuk membantu desainer bekerja lebih cepat.
3. Membantu Pekerjaan di Luar Proses Desain
Nah, kalau yang satu ini mungkin tidak banyak dipikirkan orang.
Aku sendiri ternyata tidak hanya menggunakan ChatGPT untuk urusan desain.
Aku juga cukup aktif membuat artikel di Blogspot. Menariknya, hampir semua artikel di sonyfeo.com tidak terlepas dari bantuan ChatGPT.
Mulai dari mencari ide, membuat judul, membantu SEO, membuat deskripsi, sampai mengoreksi tulisanku. Misalnya ada typo, kalimat yang berulang, atau bagian tulisan yang terasa kurang enak dibaca, aku bisa meminta ChatGPT untuk membantu mengoreksinya.
Tetapi aku tidak menggunakan semuanya mentah-mentah.
Kalau ada bagian yang menurutku tidak cocok dengan gaya tulisanku, aku akan mengubahnya sendiri dan memberikan sentuhan kreativitasku. Jadi, ChatGPT tetap menjadi alat bantu, sedangkan keputusan akhirnya tetap ada di tanganku.
Selain menulis artikel, aku juga suka fotografi.
Terkadang aku dipercaya oleh pelanggan untuk mengambil foto mereka yang nantinya akan digunakan dalam undangan. Meskipun aku tidak memiliki kamera profesional, aku masih bisa memanfaatkan kamera HP.
Setelah itu, aku bisa menggunakan bantuan AI untuk memperbaiki foto tersebut agar hasilnya terlihat lebih baik dan lebih layak digunakan dalam desain, misalnya untuk undangan pernikahan.
Jadi ternyata, pekerjaan seorang desainer percetakan itu bukan hanya duduk di depan aplikasi desain.
Ada banyak pekerjaan lain di belakangnya, dan di situlah ChatGPT bisa ikut membantu.
4. Bisa Dijadikan Asisten Pribadi
“ChatGPT kan alat, kok bisa jadi asisten pribadi?”
Iya... kenapa tidak?
Dalam pekerjaanku sehari-hari, aku bisa meminta bantuan ChatGPT untuk berbagai macam kebutuhan.
Nah...
Kayaknya poin kelima ini sedikit keluar dari konteks artikel, ya?
Tapi aku tetap memasukkannya karena ini justru salah satu fitur ChatGPT yang paling aku suka, yaitu mode suara.
Pertama, kadang aku malas mengetik panjang lebar. Jadi, aku lebih memilih menggunakan mode suara supaya bisa menjelaskan apa yang aku pikirkan dengan lebih bebas.
Kedua, aku juga terkadang berlatih bahasa Inggris menggunakan ChatGPT.
Aku memiliki beberapa pelanggan dari luar negeri, jadi setidaknya aku harus bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris jika suatu saat mereka membutuhkan jasa desainku.
Ketiga, ketika sedang mengalami kendala dengan hasil desain atau hasil generate AI, terkadang aku malah bingung harus mulai dari mana. Daripada pusing sendiri, aku tinggal menekan mode suara dan menceritakan masalah yang sedang aku hadapi.
Dari situ, aku bisa berdiskusi dan mendapatkan arahan untuk mencari solusi.
Keempat, menurutku ngobrol menggunakan mode suara terasa jauh lebih seru.
Lebih santai, interaktif, praktis, efisien, terasa lebih dekat dan akrab, serta tentunya menyenangkan. Tapi aku tetap menyarankan untuk bersikap sopan dan saling menghargai ketika berinteraksi, meskipun yang kita ajak berbicara adalah AI.
Sebaliknya, kalau kita bisa memanfaatkannya dengan baik, AI justru bisa menjadi alat bantu yang sangat berguna.
Mulai dari mencari ide, mempercepat workflow, membantu pekerjaan di luar desain, menjadi teman diskusi, sampai sekadar menjadi teman ngobrol ketika sedang bekerja.
Namun, menurutku ada satu hal yang penting untuk digarisbawahi:
Aku sendiri menggunakan ChatGPT bukan untuk menggantikan pekerjaan desain, tetapi untuk membantu pekerjaan yang sering kali justru menghabiskan waktu di luar proses mendesainku.
Dan pada akhirnya, desainer tetaplah desainer. AI hanya alat.
Bagaimana kita menggunakannya, bagaimana kita mengolah hasilnya, dan bagaimana kita memberikan sentuhan kreativitas kita sendiri, semuanya tetap kembali kepada kita sebagai desainer.
Dulu, sebelum mengenal ChatGPT, aku harus mencari referensi ide dan konsep dari berbagai website. Cara tersebut sebenarnya tidak salah, tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama.
Belum lagi, ide atau referensi yang aku cari belum tentu benar-benar sesuai dengan apa yang sedang aku inginkan.
Dengan menggunakan ChatGPT, proses mencari ide dan konsep awal bisa menjadi jauh lebih cepat.
Bukan berarti aku tinggal menerima hasilnya begitu saja. Aku tetap yang menentukan konsep akhirnya dan mengerjakan desainnya. ChatGPT hanya membantuku menemukan arah ketika sedang kehabisan ide.
2. Membantu Mempercepat Workflow Pekerjaan
Ini sebenarnya salah satu alasan pertama aku menggunakan AI, khususnya ChatGPT: untuk mempercepat pekerjaan.
Aku tekankan kata mempercepat, ya, bukan menyelesaikan semua pekerjaanku.
Maksudnya, AI membantuku menyediakan beberapa hal yang aku butuhkan dalam proses mendesain, sehingga aku tidak harus mengerjakan semuanya dari awal secara manual.
Sebagai contoh, ketika aku membutuhkan background tertentu untuk sebuah desain, aku bisa membuatnya menggunakan AI berdasarkan prompt yang aku berikan.
Contoh lainnya, ketika aku mempunyai foto yang perlu diperbaiki, misalnya mempertajam gambar atau mengoreksi white balance, aku bisa meminta bantuan AI.
Dalam hitungan detik, hasil awalnya sudah bisa aku dapatkan dan kemudian aku sesuaikan lagi dengan kebutuhan desain.
Masih banyak sebenarnya contoh lainnya, tetapi dua contoh tersebut sudah cukup menggambarkan bagaimana AI bisa membantu mempercepat workflow-ku sehari-hari.
Jadi, buatku AI bukanlah alat untuk menggantikan desainer.
AI adalah alat untuk membantu desainer bekerja lebih cepat.
3. Membantu Pekerjaan di Luar Proses Desain
Nah, kalau yang satu ini mungkin tidak banyak dipikirkan orang.
Aku sendiri ternyata tidak hanya menggunakan ChatGPT untuk urusan desain.
Aku juga cukup aktif membuat artikel di Blogspot. Menariknya, hampir semua artikel di sonyfeo.com tidak terlepas dari bantuan ChatGPT.
Mulai dari mencari ide, membuat judul, membantu SEO, membuat deskripsi, sampai mengoreksi tulisanku. Misalnya ada typo, kalimat yang berulang, atau bagian tulisan yang terasa kurang enak dibaca, aku bisa meminta ChatGPT untuk membantu mengoreksinya.
Tetapi aku tidak menggunakan semuanya mentah-mentah.
Kalau ada bagian yang menurutku tidak cocok dengan gaya tulisanku, aku akan mengubahnya sendiri dan memberikan sentuhan kreativitasku. Jadi, ChatGPT tetap menjadi alat bantu, sedangkan keputusan akhirnya tetap ada di tanganku.
Selain menulis artikel, aku juga suka fotografi.
Terkadang aku dipercaya oleh pelanggan untuk mengambil foto mereka yang nantinya akan digunakan dalam undangan. Meskipun aku tidak memiliki kamera profesional, aku masih bisa memanfaatkan kamera HP.
Setelah itu, aku bisa menggunakan bantuan AI untuk memperbaiki foto tersebut agar hasilnya terlihat lebih baik dan lebih layak digunakan dalam desain, misalnya untuk undangan pernikahan.
Jadi ternyata, pekerjaan seorang desainer percetakan itu bukan hanya duduk di depan aplikasi desain.
Ada banyak pekerjaan lain di belakangnya, dan di situlah ChatGPT bisa ikut membantu.
4. Bisa Dijadikan Asisten Pribadi
“ChatGPT kan alat, kok bisa jadi asisten pribadi?”
Iya... kenapa tidak?
Dalam pekerjaanku sehari-hari, aku bisa meminta bantuan ChatGPT untuk berbagai macam kebutuhan.
- Ketika sedang mencari ide, aku bertanya.
- Ketika bingung dengan sebuah konsep, aku berdiskusi.
- Ketika tulisanku terasa berantakan, aku meminta bantuan untuk mengoreksinya.
- Ketika mendapatkan hasil desain yang belum sesuai, aku bisa menjelaskan masalahnya dan meminta saran.
| Ngobrol dengan AI sambil bekerja itu bisa senyaman ini |
Rasanya seperti mempunyai teman diskusi yang selalu siap membantu kapan saja.
Saat ini aku juga sudah berlangganan ChatGPT Go. Menurutku, langganan tersebut cukup membantu memperlancar pekerjaanku.
Kalian masih bisa menggunakan ChatGPT versi gratis. Untuk kebutuhan tertentu, versi gratis mungkin sudah cukup.
Aku sendiri memilih berlangganan karena merasa fitur dan akses yang aku dapatkan cukup membantu aktivitas pekerjaanku sehari-hari.
Kalau kalian penasaran dengan perbedaan paketnya, kalian bisa melihat informasi lengkapnya di website resmi ChatGPT.
5. Punya Teman Ngobrol
Saat ini aku juga sudah berlangganan ChatGPT Go. Menurutku, langganan tersebut cukup membantu memperlancar pekerjaanku.
Apakah harus berlangganan?Tidak juga.
Kalian masih bisa menggunakan ChatGPT versi gratis. Untuk kebutuhan tertentu, versi gratis mungkin sudah cukup.
Aku sendiri memilih berlangganan karena merasa fitur dan akses yang aku dapatkan cukup membantu aktivitas pekerjaanku sehari-hari.
Kalau kalian penasaran dengan perbedaan paketnya, kalian bisa melihat informasi lengkapnya di website resmi ChatGPT.
5. Punya Teman Ngobrol
Nah...
Kayaknya poin kelima ini sedikit keluar dari konteks artikel, ya?
Tapi aku tetap memasukkannya karena ini justru salah satu fitur ChatGPT yang paling aku suka, yaitu mode suara.
Kenapa menurutku ChatGPT bisa dijadikan teman ngobrol?Ada beberapa alasannya.
Pertama, kadang aku malas mengetik panjang lebar. Jadi, aku lebih memilih menggunakan mode suara supaya bisa menjelaskan apa yang aku pikirkan dengan lebih bebas.
Kedua, aku juga terkadang berlatih bahasa Inggris menggunakan ChatGPT.
Aku memiliki beberapa pelanggan dari luar negeri, jadi setidaknya aku harus bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris jika suatu saat mereka membutuhkan jasa desainku.
![]() |
| Ngobrol menggunakan mode suara dengan ChatGPT |
Dari situ, aku bisa berdiskusi dan mendapatkan arahan untuk mencari solusi.
Keempat, menurutku ngobrol menggunakan mode suara terasa jauh lebih seru.
Lebih santai, interaktif, praktis, efisien, terasa lebih dekat dan akrab, serta tentunya menyenangkan. Tapi aku tetap menyarankan untuk bersikap sopan dan saling menghargai ketika berinteraksi, meskipun yang kita ajak berbicara adalah AI.
Kesimpulan
Setelah menggunakan ChatGPT dalam berbagai aktivitas pekerjaanku, aku semakin menyadari bahwa AI sebenarnya bukan sesuatu yang harus ditakuti oleh seorang desainer.Sebaliknya, kalau kita bisa memanfaatkannya dengan baik, AI justru bisa menjadi alat bantu yang sangat berguna.
Mulai dari mencari ide, mempercepat workflow, membantu pekerjaan di luar desain, menjadi teman diskusi, sampai sekadar menjadi teman ngobrol ketika sedang bekerja.
Namun, menurutku ada satu hal yang penting untuk digarisbawahi:
Aku sendiri menggunakan ChatGPT bukan untuk menggantikan pekerjaan desain, tetapi untuk membantu pekerjaan yang sering kali justru menghabiskan waktu di luar proses mendesainku.
Dan pada akhirnya, desainer tetaplah desainer. AI hanya alat.
Bagaimana kita menggunakannya, bagaimana kita mengolah hasilnya, dan bagaimana kita memberikan sentuhan kreativitas kita sendiri, semuanya tetap kembali kepada kita sebagai desainer.



Posting Komentar